November
Untitled_Artwork 45

Lima

Kesan pertama Pra ketika sampai di rumah duka itu adalah sepi. Tidak ada orang sama sekali kecuali Rina, dan beberapa petugas yang mengurus keperluan jenazah sebelum dikuburkan. Sebenarnya ia juga tidak menduga bahwa tujuan Kinan siang itu benar-benar rum ...

October
7

Kata — Bab 7

BAB 7 - MENCARI YANG HILANG“Tapi...”Ia tahu apa yang ingin Binta katakan, ia tahu jawaban Binta adalah tidak, “Aku tidak butuh jawabanmu, Ta, karena aku tau kamu tidak bisa mencintaiku. Tapi itu gapapa, beneran.”“Jangan menc ...

6

Kata — Bab 6

BAB 6 - HUJAN TAK BUTUH ALASAN UNTUK JATUH“Kecepetan, Man,” ucap Cahyo sambil meneguk teh tawar panas.“I know. Tapi apa bedanya kemarin sama lusa? Apa bedanya sekarang sama besok?”“Binta itu manusia yang selalu but ...

5

Kata — Bab 5

 BAB 5 - RUMAH ADALAH KOTA MATI Salah sekali memang naik taksi di hari kerja, karena Jakarta sulit dijadikan teman. Rumit sekali peraturan di kota ini. Untuk manusia yang tidak bisa diatur dengan peraturan, Binta lebih senan ...

4

Kata — Bab 4

 BAB 4 - KACA DAN MATA Binta beranjak. “Laper,” katanya singkat, kemudian berjalan pergi. Sempat bingung sebentar, namun Nug akhirnya ikut berjalan di belakangnya seakan mengerti bahwa maksud perkataan Binta barusan adalah “ ...

3

Kata — Bab 3

 BAB 3 - KE NEVERLAND “Kalo kamu, Ta? Kenapa pilih komunikasi?”“Biar bisa belajar cara berkomunikasi dengan baik... mungkin?”“Hasilnya belum juga keliatan ya, Ta?”Binta tertawa kecil, “Mungkin aku nggak akan bisa lulus dari ...

2

Kata — Bab 2

BAB 2 - KURA-KURA“Ta, lo masih punya utang, lho... sama gue...”“Utang apaan?” jawab Binta acuh.“Kemarin, lo janji buat nggak ke mana-mana sampe gue selesai kelas. Tapi, lo malah balik.”“Itu terhitung utang?”“Iyalah, Ta. Haru ...