Mengapa Masih Sendiri?

Dialog kali ini agak sedikit… bagaimana ya bilangnya. Jadi, begini. Sebelumnya saya sempat berpikir dua kali untuk pada akhirnya berani menuliskannya. Karena ini adalah sebuah jawaban dari pertanyaan orang banyak, yang biasanya cuma saya jawab dengan tersenyum. Karena dengan membaca ini berarti kamu membaca sebagian kecil dari dunia saya, yang sebenarnya nggak seindah kelihatannya.

“Mengapa masih sendiri? Nggak bosan ke mana-mana sendirian?”
Pertanyaan itu sering terdengar di telinga saya. Kadang terdengar lucu, nggak jarang pula terdengar menyebalkan. Mungkin karena saya perempuan, yang di rumah hanya untuk tidur, selebihnya saya habiskan di luar, sendirian.

Saya pun nggak mengerti. Mengapa untuk sebagian orang, sendirian adalah hal yang menyeramkan. Padahal sebenarnya nggak seseram itu. Memang kadang, nggak bisa saya pungkiri, saya kerap iri melihat sahabat-sahabat saya sudah berdua. Apalagi yang sudah berpacaran bertahun-tahun lamanya. Bahkan ada yang pacaran sampai delapan tahun. Ahahahaha, entah apa rahasianya, saya juga nggak tahu.

Saya tahu nggak ada yang mau sendiri. Karena kalau bisa berdua mengapa memilih sendiri? Saya tahu. Saya paham betul kalimat itu. Tapi untuk sebagian orang yang berkawan dengan waktu, ada beberapa momen yang memang harus dilewati seorang diri. Rasanya itu seperti, “Ah, belum saatnya.”

“Mengapa nggak dicoba dulu?”

Sudah. Sering. Tapi akhirnya selalu gagal, salah di saya yang belum mampu diajak membuat cerita bersama. Ketika dia-nya sudah serius, saya yang merasa berada di cerita yang salah. Dulu saya selalu bertanya, Mengapa sulit sekali rasanya? Mengapa saya nggak bisa membuka hati dan mencoba untuk merangkai cerita yang baru?

Ini memang membingungkan. Saya lupa kapan terakhir kali menjalin cerita. Lima tahun lalu kalau nggak salah. Itu pula hanya sebentar, nggak sampai enam bulan. Biasa, perkara anak SMA yang baru mengenal cinta. Wajar. Wajar bila saya sudah lupa seperti apa wajahnya. Mungkin karena itu bukan cinta. Hanya perasaan menyenangkan yang singgah sebentar lalu hilang. Bahkan saya sudah lupa seperti apa rasanya. Lupa bagaimana rasanya disayangi dan menyayangi, lupa bagaimana rasanya dirindukan dan merindukan.

Saya ingin, sungguh, saya benar-benar ingin mencoba. Mencoba menyayangi seorang laki-laki, mengajaknya minum kopi, ya, seperti orang pacaran pada umumnya. Tapi saya nggak merasakan apa-apa.

Dua tahun lalu. Dua tahun lalu ketika saya terakhir mencoba. Saya bahkan sudah lupa namanya. Tapi masih ada bayang wajahnya di kepala. Dia sudah lulus kuliah tahun lalu, sudah dapat pekerjaan yang layak. Dari penampilannya pun, bisa dibilang lumayan. Karena saking baiknya dia, saya benar-benar bertekad, pokoknya kali ini harus bisa, bagaimana pun caranya harus berhasil. Setelah dekat selama setahun, hasilnya tetap nggak ada. Dan ketika ia mengajak saya untuk serius, menawarkan saya masa depan walau masih terlalu dini, saya terpaksa mundur. Cerita itu harus disudahi sebelum saya menyakitinya lebih larut lagi. Dia sempat meminta saya untuk nggak menyerah dulu, tapi saya merasa sebesar apa pun usaha saya, perasaan punya kemampuannya sendiri. Ia nggak bisa direncakan untuk kepada siapa ia jatuh cinta, nggak juga bisa dipaksa bertekad untuk berkomitmen pada sebuah titik.

Seorang pernah bilang, “When you know, you know.”

Jadi ini mengapa saya sendiri. Saya hanya merasa bahwa belum waktunya untuk menjalin cerita dengan siapa pun. Saya masih nyaman dengan keadaan seperti ini. Walau kadang saya hanya nggakut saya terlalu nyaman dengan keadaan ini. Saya tahu ini nggak baik. Saya tahu ini harus segera disudahi. Tapi yang terbaik akan datang di waktu yang baik pula, bukan? Selama terus memperbaiki diri menjadi lebih baik, semesta akan mengirim orang yang baik juga. Ah, Kawan, kita semua pasti tahu teori sederhana itu.

Sendirian memang nggak baik, tapi sendirian menjadi jalan terbaik untuk saat ini. Masih banyak mimpi yang belum tercapai, yang memaksa saya untuk menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Akan tiba saatnya, pasti, hanya saja bukan sekarang. Perasaan ini lebih mengenal saya daripada saya mengenal diri saya sendiri. Jadi rasanya nggak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sulit memang mencari yang tepat. Sesulit membuka hati untuk seseorang yang akan masuk ke dunia saya, mungkin saya-nya yang nggak mudah berbagi ruang untuk orang lain. Tapi saya nggak suka memaksakan sesuatu. Saya nggak mau menyakiti siapa pun, apalagi seseorang yang tulus menyayangi saya namun saya nggak bisa membalas apa-apa.

Hal ini selayaknya cerita dari tiap buku yang saya tulis. Tiap cerita membutuhkan waktu terbaiknya. Saya hanya perlu menunggu. Menikmati segala prosesnya, menghargai kesendirian, agar ketika sudah dipertemukan, saya punya tujuan dan nggak lagi kebingungan.

Jadi, mengapa saya masih sendiri?

Karena semesta masih mencari separuh perasaan yang sengaja saya hilangkan, karena yang terbaik pasti berhasil menemukan.

Oh, atau mungkin mengapa saya nggak bisa membuka hati untuk yang lain… karena… dia bukan kamu ternyata.

138 Comments

  1. Rezky PutriApril 30, 2020

    Ya ampun kak bener banger bener banget, kadang suka iri sama temen” yang udh berdua.
    Tapiii setelah Aku baca ini, bener” buka pikiran Aku soo thank you so so much kak
    Wuffyuu kak 😘

    Reply
    1. salsabillieMay 1, 2020

      mewakili apa yg aku alamin:)

      Reply
      1. RocketMay 21, 2020

        Mengapa masih sendiri? Maaf, aku bohong saat itu kalau aku menyukaimu. Aku terlalu takut untuk memulai tanpa tau akan gmana nantinya. Terlepas dari itu semua kesendirianku ditemani oleh teka tekimu.

        Reply
      2. VidaJune 17, 2020

        Ngeliat tsana tuh aku seperti menemukan diriku dalam raga yang berbeda, senang bisa mengenal dirimu lewat tulisanmu, lewat karya karyamu tsan, aku bersyukur sekali. Perihal dunia percintaan pun hampir sama, tidak mudah untuk bisa membuka hati untuk memulai cerita yang baru, entah sudah ada tempat untuk orang lain yang tidak bisa tergantikan didalam hati kita atau entah karena alasan yang lainnya, selamat menikmati semua proses yang singgah di kehidupan, terus berbahagia tsana 🙂

        Reply
    2. Tasya RaniaMay 15, 2020

      Tulisan ini sangat mewakili keadaan aku sekarang. Terima kasih, Tsana. Semangat menulisnya yaa. Oiya, ada kalimat yang aku suka di cerita ini, karena semesta masih mencari separuh perasaan yang sengaja saya hilangkan, karena yang terbaik pasti berhasil menemukan.
      Semoga kita dipertemukan dengan orang yang terbaik dan di waktu yang tepat ya. Aamiin 🖤🌹

      Reply
      1. MelodyMay 15, 2020

        Can relate banget..
        Berulang kali buka hati karna sempat berfikir lebih baik mencari yang menyayangi kita dan mulai beradaptasi dengan “si pemberi hati” tapi tetepp gabisa uss.. semoga kita segera dipertemukan diwaktu yang tepat dengan orang yang tepat, aamiin!

        Reply
        1. NabilaJune 12, 2020

          Kok kisahnya hampir sama dengan orang yang saya dekati sekarang , masih belum bisa melupakan yang telah berlalu , Masi nyaman sendiri tapi tetap mengenang yang lalu , saya suka bingung sama orang kaya dia bru kali ini saya ketemu dengan orang yang seperti kaka paus , banyak pelajaran yang dia kasih tanpa dia bilang

          Reply
    3. MaweJune 4, 2020

      Sumpahhhhh mewakili bgt:)

      Reply
    4. Nindi FebriyantiJune 4, 2020

      yaampun kaya baca diri sendiri:(

      Reply
  2. putriApril 30, 2020

    jawaban yang sederhana. karena dia bukan kamu:))

    Reply
  3. DwiApril 30, 2020

    Sama banget🥺

    Reply
    1. nMay 15, 2020

      ngena bner us:)

      Reply
  4. fithricsrApril 30, 2020

    trimakasih sudah mewakilkan isi hati

    Reply
  5. RahmawatiApril 30, 2020

    Betul kak, karena diriku juga masih betah sendiri diusia yang sudah akan menginjak kepala 2
    Karena, masih banyak yang harus diselesaikan dan hanya diri sendiri yang mengerti semuanya

    Reply
    1. HestiMay 1, 2020

      Bener banget, kayak ngebayangin kisah yg lalu, yg selalu gagal, harus mengikhlaskannya. Kadang iri sama yg lain tpi juga lagi enak sama keadaan sekarang, blum mau memulai cerita yg takut akan berujung sama.

      Reply
  6. ViennaApril 30, 2020

    ‘Sendirian memang nggak baik, tapi sendirian menjadi jalan terbaik untuk saat ini.’

    Iya.. :(, walau mempunyai teman sekalipun rasanya tetap kesepian, karna apa, karna rasanya memiliki teman dan rasanya memiliki pasangan bedanya sangat jauh, sangat.

    Reply
  7. meirnaApril 30, 2020

    Terimakasih paus 💕selalu membuat pembaca nya larut dalam kata kata,secara nggak langsung selalu menguatkan dan memberi pelajaran dari setiap kalimatnya💓

    Reply
  8. Alma WidyaningsihApril 30, 2020

    Valid💯

    Reply
  9. bflyummulApril 30, 2020

    aku lagi di posisi ini ka nerima perasaan orang yang benar benar tulus rasanya susah

    Reply
    1. nasyaMay 20, 2020

      bener si benerr

      Reply
  10. Irma Puji LestariApril 30, 2020

    Entah kenapa tulisan-tulisan Tsana kena banget di hati 😫

    Reply
  11. LatifaMay 1, 2020

    Can relate bgt kak 😭
    Aku pernah sampe ditanyain “Perasaan lo udah mati ya? kok tiap ada yang deketin lo tolak sebelum start mulu? ”
    Ya aku jawab “aku masih pengen sendiri,ngenal diri sendiri,no offense aku kadang iri liat sepasang manusia jalan berdua dan terlihat bahagia bgt.Tapi kalo aku belum paham sama diri sendiri kenapa aku harus menambah karakter baru di hidup aku yang harus kupahami tujuannya datang,sifatnya,kebiasaanya pokoknya segalanya tentang dia yang bisa aja ngehalangin aku untuk mengenal dan memahami diriku sendiri”

    Reply
  12. WhymaMay 1, 2020

    Ya, memang begitu us..karena “masih banyak mimpi yang belum tercapai”. Love u us❤ aku suka sekali semua tulisanmu, menyenangkan😊.

    Reply
  13. sahdaMay 1, 2020

    RELATE

    Reply
  14. Nanda SaputriMay 1, 2020

    Demi apapun aku nangis baca ini…
    Ini bener-bener mbuka pikiran saya. Karena memang kenyataannya tidak semudah itu membuka hati dan menitipkannya pada seseorang. Dari sini saya belajar ikhlas, mungkin alasan dia pergi karena belum bisa sehati atau se frekuensi. Dan sekarang aku sangat percaya, takdir tidak akan salah posisi. Makasi kak:’)

    Reply
  15. EriccaMay 1, 2020

    Mirip sekali critanyaaa :”)

    Reply
  16. ChochocheeseMay 1, 2020

    I feel u kak 🙂 ketika dunia disekitar ku berjalan sbgmna mestinya dan aku msh tetap dengan kesendirian ini. Bukan ga mau nerima mereka yg datang, ya hanya saja aku merasa bukan mereka yg tepat. Aku yakin semesta akan mempertemukan aku dgn dia, orng yg tepat nantinya. Bukan dengan orang2 yg hanya singgah namun tak sungguh.

    Reply
  17. rchftrMay 1, 2020

    Sama denganku kak. Mungkin sendiri terasa lebih nyaman untuk sekarang ini

    Reply
  18. Tintin sugestiMay 1, 2020

    Aku adalah gadis yg sejak lahir sampai sekarang tidak suka yg namanya membaca. Kali ini aku jatuh cinta pada tulisanmu. Ku baca dari awal judul padahal mataku sudah lelah ingin tidur. 5th menjomblo apa yg dirasa? Me

    Reply
  19. Awwalun Nissa HeristamaMay 1, 2020

    Mengulik sosok ntsana ternyata ntsana juga menantikan waktu yang tepat itu ya hehe.
    Berdoa ntsana jangan putus asa.

    Jodoh mu cerminan dirimu ya ntsana ? Nanti pasti ketemu kok. 🙂

    Semangat berkaryaa ntsana

    Reply
  20. Arum Purwa KusumaMay 1, 2020

    Well, its no prob. Selama diri ini nyaman dengan kesendirian. Why not? Thats right, Tsan. Setiap orang pasti mengenal dirinya dengan baik, sebaik semesta memperlakukan kita. Ya kan? Ehe.

    Reply
  21. FebMay 1, 2020

    Wah kacau. Ini. Wah. Aku merinding bacanya..
    Btw aku ini reader baru kamu dan bisa dibilang ga sengaja menemukan kamu san, awalnya kupikir kok bisa si diusia semuda ini punya pemikiran yg almost of grown up peoples can relates with your writting. It’s amazed me so much. I mean a lot. 🙂 Dan speaking frankly aku pernah underestimate km ketika melihat beberapa tulisan km yg memang genrenya bukan genre ku tapi aku akui aku salah, krna masalah sebuah tulisan itu ga bisa di generalisir bagi semua orang, mungkin bagi aku , aku tidak menyukai itu tapi bagi org lain itu bisa jadi sesuatu yg bagi aku sangat kusukai.
    Hmm~ intinya si aku seneng banget nemu penulis muda yg bisa menggiring pembaca untuk bisa berpikir dengan jernih dan hampir setiap prosa atau tulisan km mengandung sesuatu yg sering banget nyentil dan kaya nyadarin gitu loh~^^ yaa pokonya gitu hehe~ tetep semangat nulis ya san 🙆

    Reply
  22. tetes kataMay 2, 2020

    perkara kayak gini gausah dicari lah ya,nanti juga datang sendiri 🙂

    Reply
  23. NanfaMay 2, 2020

    Iya kakak
    Bener memang
    Terkadang rasa iri sering menghampiri.
    Pikiran mengrahakan untuk mendua.
    Namun hati masih meninginginkan sendiri saja.

    Semua tentang kenyamanan
    Dimana mendua tak selalu bahagia
    Sendiripun tak selalu tersakiti.

    Reply
  24. cindy roseMay 2, 2020

    kalau pengalaman sya sndri,knpa sy smpe skrg masih sndri itu karena sy takut mengulang hal yang sama lagi . dan ketika saya ingi membuka hati untuk seseorg ternyata seorang itu hanya memberi harapan palsu. dan sampai saat ini saya nyaman dg kesendirian saya

    Reply
  25. ViraanyMay 3, 2020

    Waah kereen kereen :””””

    Reply
  26. NafisahMay 3, 2020

    BENERAN DEH,TSANA TUH NGEWAKILIN HATI ORG ORG BGGT, TERIMAKASIH KA TSANA,KAMU HEBAT, SEMANGAT TRUSS YAAA😍

    Reply
    1. nailahJune 15, 2020

      iyaaa bener bgt😭❤

      Reply
  27. Alfina WidiartaMay 3, 2020

    💛

    Reply
  28. Alfina WidiartaMay 3, 2020

    Bagus sekali, Tsana.. :)))
    Semesta tau yang terbaik. Nanti juga akan tiba.
    * Hugs *
    Semangattt Tsana.
    Emm..btw “nggakut” itu apa kah, Tsan. Apa kah “takut”?

    Terima kasih, Tsana.

    Reply
  29. Milha Afidah RahmawatiMay 10, 2020

    Ya ampun usssss. Nanceppp.

    Reply
  30. MelaMay 11, 2020

    Saya semakin enggak paham. Kenapa semakin saya tenggelam dalam tulisan kakak, saya justru semakin menemukan diri saya dalam diri orang lain?
    Ternyata terlalu banyak persamaan antara saya sama kakak. Termasuk persamaan menyukai Geez yang aslinya sangat dingin tapi kami berteman, hingga sama-sama masih sendiri hingga detik ini.

    Reply
  31. UchieMay 12, 2020

    Karena luka setelah patah, tak pernah benar-benar sembuh:)

    Reply
  32. AdindaMay 12, 2020

    Sayanggg bgt sama paussss uda bisa mewakili perasaan aku yang uda bertahun tahun sendiriii i love you more ka tsan💛💛💛

    Reply
  33. Anis KurliMay 12, 2020

    NGEWAKILIN BANGET 😭

    Reply
  34. karinatrisnawatiMay 12, 2020

    Sendiri?cinta SMA?huh..sabar ya kak,nanti juga dapet,Kakak tahu nggak,sekarang aku lagi bayangin apa,aku bayangin senyum nya Geez,bawa bunga Lily,di rumah pohon,sambil dengerin lagu nya Oasis,Parah kak.. lemes

    Reply
  35. merah baikMay 12, 2020

    :’))

    Reply
    1. InsaniaMay 15, 2020

      ‘Oh, atau mungkin mengapa saya nggak bisa membuka hati untuk yang lain… karena… dia bukan kamu ternyata.’
      Yaampun kak ngena bgt ini, 😭saya selalu suka sama tulisan2 kak tsana 😍

      Reply
  36. Blue MoonMay 14, 2020

    cerita nya kata kata nya selalu pas banget dan bisa mewakili

    Reply
  37. HaniMay 14, 2020

    Sesungguhnya ini sangat amat relatee😭

    Reply
  38. TSANIYAMay 14, 2020

    AAAAAAA SANGAT MEWAKILKAN 😭

    Reply
  39. WildanaMay 15, 2020

    Setelah baca ini aku jadi lebih yakin, bahwa Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang terbaik untuk kita diwaktu yang baik pula.

    Reply
  40. DindaMay 15, 2020

    Persis tsan.

    Reply
  41. layyyulaymeylMay 15, 2020

    hahaha bener banget huft, bahkan sampe temen tenen saya mengejek saya lama sendiri alias udh lama gapcrn, bahkan sampe terdengar sm telinga saya sndiri ‘galaku makannya ga pcrn’ woy yg deketin adakooo.. bahkan setelah gw pts tahun lalu yg dktin aku lebih dri 3 org tp saya gabisa , gabisa bales rasa dia untuk saya omggggg rasanya tuh enakk sendiriii coba deh rasain ,lg pula tmn” saya jg banyak yg galau karna pacaran dan saya bahagia bahagia saja sendirian 👉🏻👈🏻 ye curcol jadinye✌🏻

    Reply
  42. AjengMay 15, 2020

    ..karena dia..bukan kamu ternyata.

    dah lah.

    Reply
  43. nadalemmMay 15, 2020

    mungkin “dia” nya nadalemm juga bukan kamu y a🙂😭

    Reply
  44. AzzahraMay 15, 2020

    Iyaa. Dia bukan kmu

    Reply
  45. AuliaMay 15, 2020

    Bener banget kak. Mungkin semesta masih mencari yang terbaik untuk itu.
    Semangat terus kak

    Reply
  46. AuliaMay 15, 2020

    Bener banget kak. Mungkin semesta masih mencari yang terbaik untuk itu.
    Semangat terus kak

    Reply
  47. yunitaMay 15, 2020

    karena… dia, bukan kamu ternyata. relate bgt:’)

    Reply
  48. LestariaprMay 15, 2020

    mewakili aku sekali, terimakasih paus.^^

    Reply
  49. MutiaraMay 15, 2020

    Terwakilkan, semangat kak tsana

    Reply
  50. ZEMay 15, 2020

    Relate.

    Reply
  51. rafifaMay 15, 2020

    “karena dia… bukan kamu ternyata” makasih ka tsana gue ud dpt jawaban yg paling sederhana🙃

    Reply
  52. Rika SaviraMay 15, 2020

    Suka banget jawabannya, jd kebuka pikiranku yg sdg d alamin saat ini
    Smg kita dipertemukan dgn seseorang yang tepat ya, tsana❤

    Reply
  53. KiyunaaMay 16, 2020

    Pausss terimakasiihh tulisanmu membuat aku tenang:)

    Reply
  54. Nelma karunia arbaMay 16, 2020

    Makasih kak udh nulis ini, relate bgt sm aku yg skrg:)

    Reply
  55. DeeMay 16, 2020

    tombol suka dimana ya?

    Reply
  56. DeeMay 16, 2020

    Mewakili banget sumpah:’)

    Reply
  57. Echa AnastasyaMay 17, 2020

    Saya tahu kamu nggak benar- benar lupa namanya Tsan, karena begitu klise sebegitu mudah nya melupakan tentang orang yang pernah masuk ke dunia kita, bahkan sampai jalin cerita. 🙁

    Reply
  58. NaimMay 17, 2020

    karena di bukan kamu ternyata 🙂
    selalu terwakilkan dengan tulisan2 kaka {}

    Reply
  59. des3May 17, 2020

    sangat mewakali terimakasih

    Reply
  60. dhifaMay 17, 2020

    Bikin cerita nya kayak gini ka ga terlalu banyak
    Semangat kaa

    Reply
  61. Atika Hulva TrirahmaMay 19, 2020

    Emang kak paus selalu bikin kami terhanyut oleh kata katamu. Luar biasa☹. Ini sungguh mewakilkan ap yang saya rasa juga🙂.

    Reply
  62. VaMay 19, 2020

    Jadi apakah kamu masih berharap bahwa “dia” yang akan mengetuk pintu, nanti?

    Reply
  63. NovianaaMay 19, 2020

    Terima kasih telah mewakilkan isi hati kak Tsana:’)

    Reply
  64. Watermelon SugarMay 19, 2020

    Dia bukan kamu 🙁

    Reply
  65. CindyMay 19, 2020

    Mewakili banget. 😭
    Berasa ngacaa gitu pas baca. Kadang kesendirian ini membuat aku takut terlalu nyaman. 🖤

    Reply
  66. skyareblueMay 20, 2020

    ohh yasss pausss!! im with uuu

    Reply
  67. BahiraaMay 20, 2020

    Lagi nyari persiapan jawaban pertanyaan `kapan nikah` pas lebaran, eh pas bnget kebaca yg ini, makasi ya tsan! Love you:)

    Reply
  68. R erina puspitaMay 20, 2020

    Semoga aku bisa sembuh dengan baca tulisan kk jadi motivasi, untuk ga pernah memaksa waktu.

    Reply
  69. ForyouMay 20, 2020

    🙂

    Reply
  70. FarametaMay 20, 2020

    Terimakasih tsana sudah mewakili perasaan banyak orang termasuk aku. Lima tahun sendirian, dan pertanyaan mengapa masih sendiri terlalu sering aku dengar dan terkadang itu memang menyebalkan. Beberapa kali mencoba memulai tapi ternyata yaa gak bisa sama2 juga, mungkin benar karena bukan dia..

    Reply
  71. shevanaaMay 20, 2020

    bagaimana cara agar tidak berperasaan kepada siapa siapa tsan 🙁

    Reply
  72. Reda oktayanaMay 20, 2020

    ❤❤❤

    Reply
    1. TiamanaluMay 29, 2020

      Mengapa masih sendiri?

      18th sendiri itu bukan perkara mudah bukan juga perkara yg sulit sih hehe.
      Kenapa sangat sulit meberikan ini rasa?
      Karena dia bukan kamu ternyata😁

      tsan💚💚 luftt💚

      Reply
  73. MunalMay 21, 2020

    Sumpah kak tsana, ini aku banget :’)
    Pen nangis rasanya, ternyata ga aku aja

    Reply
  74. ImaniyaMay 21, 2020

    Selalu luv sama tulisan tsana❤️ selalu mewakili

    Reply
    1. LatifahJune 6, 2020

      Pausssss 😭😭😭😭😭😭💙💙💙💙💙💙

      Reply
  75. SekarMay 21, 2020

    relate bgt us

    Reply
  76. VulyMay 21, 2020

    Kalimat terakhirnya itu relate banget kak:’)

    Reply
  77. Lady Sandhita LarasatiMay 21, 2020

    Kakak Paus Terima kasih sudah membuat tulisan ini, suka sekalii✨💛

    Reply
  78. Siro R HidayahMay 21, 2020

    Karena,,, dia bukan kamu ternyata
    Tul bgt

    Reply
  79. AyyMay 21, 2020

    Gak tau mau bilang apa, tapi apa yg kek tulis itu mmg suatu pertanyaan yg diri saya sendiri pun susah untuk menjawab nya
    🙂

    Reply
  80. Rahsa.RenjanaMay 22, 2020

    Menikmati segala prosesnya, menghargai kesendirian, agar ketika sudah dipertemukan, saya punya tujuan dan nggak lagi kebingungan.

    Suka banget kak 😍😍memberi ruang pada diri untuk melakukan hal apa saja yang ingin dilakukan tanpa harus bersama orang lain

    Reply
  81. savercaMay 23, 2020

    Terimakasih kak, sudah menjelaskan sesuatu yang dirasakan tapi sulit dijelaskan 🥺

    Reply
  82. be_aliaMay 23, 2020

    Mewakili perasaan yg pernah dan masih aku alami:’)

    Reply
  83. AkataraMay 25, 2020

    sama halnya dengan ku, selama hidupku belum pernah pacaran. Tapi rasa mencoba itu ada, bagaimana mereka yang gampang sekali memainkan sebuah perasaan untuk beberapa tahun bahkan hitungan bulan sudah putus apa itu yang dinamakan cinta, seperti katamu Ntsana kita akan merasakan bahwa dia adalah orang yang kita cari selama ini dan dia juga merasakan hal itu pada diri kita.

    Reply
  84. Rieke MeilindaMay 25, 2020

    belum sempat minta maaf sama orang-orang yang aku sakiti. yang mau menerima aku yang banyak kurang tanpa tuntutan. yang akhirnya aku tinggalkan karena rasanya hambar. kadang menyenangkan selanjutnya pudar. banyak luka yang aku munculkan di hidupnya. tapi ga sanggup buat berkabar lagi. ngerasa ga pantes.

    Reply
  85. GaluhMay 25, 2020

    Ussss ini aku banget

    Reply
  86. devinkaMay 26, 2020

    relate.

    Reply
  87. RahmahMay 26, 2020

    “karena yang terbaik pasti berhasil menemukan*💖

    Reply
  88. Isro LailiaMay 26, 2020

    Baru baca 26 Mei 2020, dan bener-bener mewakili perasaan bangettt❤❤❤

    Reply
  89. OlnJune 1, 2020

    🖤🖤🖤🖤🖤🖤

    Reply
  90. SecadmJune 1, 2020

    Akhirnya bangun juga setelah baca ini.

    Reply
  91. sylJune 1, 2020

    tsan. mewakilkan sekali.

    Reply
    1. KADEK DEBY d3farmasi1b_2019/2020June 5, 2020

      Aku banget ini kak ya ampunn hihi

      Reply
  92. BungasJune 1, 2020

    Aku setiap kali denger podcast ataupun blog nya ‘ anjir kok relate banget teh tsana kayak cenayang ‘

    Reply
  93. someoneJune 1, 2020

    🙂

    Reply
  94. Annisa auliaJune 4, 2020

    Sumpah dalam bangett, mewakilin perasaan diriku jg :”)

    Reply
  95. IndahJune 4, 2020

    Sejauh apapun hubungan 2 manusia, mereka tetap jiwa yang berbeda. Menjalani hidup mereka masing-masing. Tanpa ada rasa mengganggu atau terganggu.

    Reply
  96. PalungJune 4, 2020

    Sekarang aku sadar, aku ngga sendiri. Tulisan tsana lebih dari sekedar teman. Terimakasih us.

    Reply
  97. ChingiJune 4, 2020

    Tulisan ini persis, atau bahkan sama kaya apa yg lagi aku rasain saat ini kak. Kadang aku sendiri juga nggak ngerti kenapa kaya gini, tapi ketika memutuskan untuk mencoba pun tetep hasilnya nggak ada.
    Terima kasih sudah mewakili kak ❣

    Reply
  98. IkaapriliaJune 5, 2020

    Terima kasih tsana,sudah mewakili ku ♥

    Reply
  99. DheoJune 6, 2020

    temen gue bgt ni kek gini wkwk @R

    Reply
  100. ritáJune 7, 2020

    replika nyata

    Reply
  101. DpsJune 8, 2020

    Aku telat banget bacanya, kayaknya. Tapi nggak bisa dipungkiri, relate banget sama kehidupan yang sebenarnya sedang difase itu. Sedih, sekaligus seneng karena setiap katanya mewakili hati.

    Reply
  102. NauJune 10, 2020

    Karna bukan kamu..

    Reply
  103. IraJune 10, 2020

    Tsana , terima kasih karena tulisanmu mewakilkan apa yang aku rasakan selama ini .

    Reply
  104. Nissa AuliaJune 10, 2020

    Aku banget nih

    Sudah berapa tahun ya aku sendiri? 4 atau lima aku tak tahu. Haha.
    Mamahku sudah mencak-mencak sendiri, melihat anaknya yang gak seperti orang lain. Punya pacar, main sama pacar, malam minggu bukan malah diem dirumah berkutat sama buku lagi:(

    Aku juga sama mau kayak mereka, tapi takut. Takut kembali ditinggalkan atau aku-nya yang meninggalkan karena ya terlalu bosan

    Reply
  105. DianJune 11, 2020

    Tsana.. terima kasih untuk setiap tulisan dan podcast yg banyak mewakili perasaan manusia. Terus berkarya ya! Semangat! 🙂

    Reply
  106. RyanJune 11, 2020

    Tulisan tsana itu kaya bener² relate banget sama kehidupan gue

    Reply
  107. AlyaaJune 11, 2020

    Karena mungkin dia bukan kamu.

    Reply
  108. CahyaJune 16, 2020

    Kak Tsana 🙂

    Reply
  109. naylajie_June 16, 2020

    karna dia bukan kamu, dan gak akan pernah kamu.

    Reply
  110. DeviJune 22, 2020

    Terimakasih tsana❤
    Apa yang kamu tuangkan disini, menggambarkan kondisiku saat ini
    Setelah baca ini, aku menjadi lebih lega

    Reply
  111. NandaJune 23, 2020

    🙂🖤

    Reply
  112. MatahariJune 24, 2020

    Buat kamu yang baca ini, ini gambaran hatiku buat kamu. Maaf, sebelum cerita dimulai, sebelum kata kita menyatu, kita harus berakhir ☺️

    Reply
  113. aulJune 25, 2020

    mungkin, karena, dia, bukan kamu….

    Reply
  114. LuthfiahJune 29, 2020

    Kenapaa, rasanya seperti membaca hati sendri

    Reply
  115. SlvJune 29, 2020

    Beberapa kali nyoba buka hati, tapi ya emg blom waktunya, bener bgt, sendiri adalah jalan terbaik untuk saat ini,

    Reply
  116. Prahma ErdaJuly 1, 2020

    Pas kena hatiku ini mah :”)

    Reply
  117. MaharaniJuly 6, 2020

    iya, mungkin karena ‘dia’ bukan ‘kamu’ 🙂

    Reply
  118. bbydvJuly 10, 2020

    tahun lalu di bulan ini jadi hal yang sempurna buat aku selain bulan kelahiran ku namun dilengkapi kehadiran kamu yang bikin semuanya terlihat nyaris sempurna.
    berbeda dengan tahun ini, aku sudah melewati setengah dari tahun ini sendirian dan berhasil? tentu belum. jangan tanya apa alasannya yaa aku rasa kamu bisa menemukan jawabannya.

    ini jawabannya kenapa aku masih sendiri sekarang, kamu. iya kamu jawabannya…

    Reply
  119. Yunita azhariJuly 20, 2020

    That’s soooooooo meeeee:”)

    Reply
  120. Apple pieAugust 1, 2020

    Kenapa aku masih sendiri ? Karena memory tentang mu masih ada. Kau memang pergi, tp tidak dengan cerita mu..

    Reply
  121. Apple pieAugust 1, 2020

    Kenapa aku masih sendiri ? Karena memory tentang mu masih ada. Kau memang pergi, tp tidak dengan cerita mu..

    Reply
  122. DawaniAugust 2, 2020

    Selalu bahagia us:)

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top